YOGYAKARTAS – Buat kamu yang berbisnis kuliner makanan basah, pastinya pernah mengalami kendala dalam mengemasnya. Apalagi jika makanan basah harus melalui proses pengiriman atau take away ke konsumen. Jenis makanan basah sangat bervariasi dan masing-masing diantaranya memiliki kadar basah yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kemasan dan cara pengemasannya pun menyesuaikan.

Kamu tentu tidak ingin pelanggan kecewa setelah mengetahui makanannya sudah terkontaminasi kotoran atau tak tertata rapi saat dikemas. Sebelum menerima pesanan take away atau partai besar. Sempatkan waktu untuk belajar mengemas makanan dan mencari tahu jenis kemasan apa yang cocok untuk makanan basah.

Dewasa ini, kemasan kertas sedang populer di dunia bisnis kuliner. Kemasan kertas dan box kertas sering digunakan untuk makanan take away, pesanan partai besar, dan oleh-oleh. Selain tampak lebih rapi, kemasan kertas dan box kertas juga terlihat elegan.

Cr: Geprek Uda Gembul

Supaya lebih jelas, begini tips mengemas makanan agar sampai dengan selamat ke tangan pembeli!

  1. Perhatikan tenggat waktu kadaluarsa

Kamu wajib tahu kapan makanan tersebut sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Makanan basah tentu tenggat waktu kadaluarsanya lebih cepat dibandingkan makanan kering. Kalau kamu grosir makanan dari pihak lain, kamu bisa menghubungi pihak tersebut dan menanyakan tenggat waktu kadaluarsanya. Apabila kamu memproduksi sendiri, kamu bisa lakukan percobaan dengan menyimpan makanan di kulkas yang berada di suhu ruangan biasa.

Tunggulah sampai besoknya. Bisa dicek hari pertama basi atau tidak?. Di dalam kulkas bisa tahan berapa hari?. Dengan begitu kamu bisa tentukan tanggal kadaluarsanya. Kamu bisa cantumkan tanggal kadaluarsa pada kemasan kertas dan box kertas makanannya.

  1. Bungkus dengan kemasan kertas atau box kertas dengan rapat

Bungkus makanan dengan kemasan kertas atau box kertas dan tutup rapat. Jangan lupa pilih kemasan kertas dan box kertas dengan bahan ivory atau marga/duplex.  Karena kedua jenis bahan ini memberikan perlindungan yang ekstra pada produk makananmu. Selain itu, jangan lupa pada bagian dalam kemasan kertas atau box kertas, diberi laminasi agar makanan basah dan berkuah tidak mudah bocor.

  1. Atur dan tata rapi makanannya

Beruntung jika kamu menggunakan kemasan kertas atau box kertas. Sebab kedua jenis kemasan ini secara langsung memudahkanmu dalam menata makanan. Kali ini, kamu bisa susun rapi menyesuaikan bentuk kemasan kertas atau box kertasnya. Jangan terlalu memaksakan diisi banyak makanan, jika tidak muat. Hal ini akan membuat makanan berantakan dan rusak bentuknya. Tetapi jangan juga memilih kemasan yang ukurannya longgar untuk makananmu.

  1. Makanan jangan dipotong-potong

Ini memang masih relatif, tergantung kemasan kertas dan box kertas seperti apa yang kamu gunakan nantinya. Namun, secara umum agar lebih aman, makanan sebaiknya jangan dipotong-potong, terutama untuk kamu yang berjualan kue basah. Tekstur kue basah lebih lentur dan empuk, sehingga jika dipotong kecil-kecil akan mudah hancur.

  1. Bungkus lagi makanan yang telah dikemas

Untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, akan lebih aman jika kamu membungkus double produk makananmu. Pilih kemasan pelindung yang lebih tebal, misalnya taskertas/paperbag yang bahannya terbuat dari kraft paper, kertas samson, atau kertas ivory. Selain lebih melindungi, taskertas/paperbag ini memberikan kesan profesional untuk bisnismu.

  1. Labeli dengan stiker

Disamping melindungi makanan basah, kemasan juga sebagai media untuk branding usaha. Kamu bisa request sendiri ke percetakan kemasan pilihanmu, untuk dicantumkan logo usaha pada kemasan kertas atau box kertasnya. Alternatif lainnya, kamu bisa custom stiker untuk logo usaha melalui percetakan online offset printing. Setelah ini, usaha dan produkmu bisa semakin dikenal.

  1. Pilih pengiriman tercepat

Jangan lupa untuk memilih jasa pengiriman atau ojek online yang bisa mengantarkan makanan dengan cepat. Namun, jangan hanya cepat, tetapi juga aman bagi makanan. Hal ini supaya konsumen bisa menikmati makanan fresh from the oven.

  1. Kirim fresh setelah produksi dan hindari penyetokan

Supaya makanan tetap enak dan tidak cepat basi, kirim makanan yang masih fresh/baru saja matang. Kemudian hindari penyetokan makanan basah, sebab walaupun sudah disimpan berhari-hari, tidak menutup kemungkinan rasa asli makanan perlahan hilang dan basi.

Dengan tips ini, sudah siapkah kamu mengantarkan produk makanan basahmu ke konsumen?. Memang butuh waktu untuk melangkah dengan sabar dan hati-hati. Semoga konsumen terkesan dengan produk makanan basahmu.

Leave a Comment